fantasiku

fantasiku
Terus, Terus dan Teruslah Bergerak seperti Gerak Air Yang Mengalir

Jumat, 30 Desember 2011

BERHENTI UNTUK BERHENTI

*Inspirasi Kecilku*

 
Hidup adalah perjalanan waktu.
Hidup harus tetap berjalan meski apapun terjadi pada hidup kita.

saat kita menerima sebuah masalah, kita dapat menyikapi masalah tersebut dari dua sisi sudut pandang yang berbeda. apakah masalah tersebut memang membebani kita, atau justru karena datangnya masalah itulah yang membuat kualitas hidup kita memjadi semakin maju.
jika kita selalu berpikiran sempit dimana selalu mengecam sebuah permasalahan yang datang dalam hidup kita adalah sebagai beban tanpa berpikir tentang hikmahnya, hidup kita akan cenderung statis, stagnan, dan tidak dinamis atau tidak akan mengalami kemajuan dan perkembangan.
mengapa ?
janganlah selalu mengeluh terhadap apa yang sedang kita alami dari keburukan suatu masalah. cobalah berpikir, bagaimana masalah itu datang, apa yang harus kita lakukan untuk mengatasinya, dan bagaimana dalam misi kita agar kita secepatnya dapat keluar dari masalah tersebut dengan membawa hikmahnya agar permasalahan buruk yang sama tidak akan terulang untuk kedua kalinya.
berhentilah untuk mengeluh, karena sesungguhnya keluhan kita itulah yang menghambat perjalanan kesuksesan kita.
berhentilah untuk berhenti.
teruslah maju meski apapun yang terjadi telah menimpa hidup kita.
susah, senang, semua itu tidak akan menggoyahkan sedikitpun visi kita dalam meraih kesuksesan.

jika kita memandang kedatangan sebuah permasalahan dari sudut pandang akan adanya hikmah di balik permasalahan tersebut, tentunya kita akan semakin bijak pada setiap langkah dalam hidup kita.
mengapa ?
karena kita yakin atau optimis akan adanya hikmah dan sebuah keindahan tersendiri yang menunggu keberhasilan kita dalam menyelesaikan masalah tersebut.

berhentilah untuk berhenti.
berhenti untuk diam.
berhenti untuk tidak berbicara.
dan berhenti untuk tidak bertindak.

kita harus terus melangkah dengan segala kenyataan apapun yang terjadi.
permasalahan berat tidak membuat hidup kita menjadi kiamat, tetapi justru dengan semangat dapat membuat hidup kita dapat menemukan hikmah yang bermanfaat.

Rabu, 28 Desember 2011

*.......Anugerah Terindah Milik Kita.....*


My note’s….
22 Desember 2011
“Inspirasi kecilqu”
Anugerah Terindah Milik Kita….

Tiap kali mengenang sosok seoerang ibu, hatiku selalu tersentuh. Tak jarang, tanpa diminta, air mata pun mengalir begitu saja. Dalam Islam, kedudukan seorang ibu sangatlah penting. Bahkan, Rasulullah pernah berpesan bahwa surge berada di bawah telapak kaki ibu. Beliau juga berpesan, setelah Allah dan Rosul-Nya, ibui memiliki tiga derajat untuk dipatuhi daripada ayah. Ehm…jangan dikaitkan dengan isu gender yah!!!
Tulisan ini sangat mewakili perasaanku tentang ibunda terkasih..

Ringkih dan renta karena ditelan usia, namun tampak tegar dan bahagia. Ikhlas, memancarkan selaksa cinta penuh makna yang membias dari guratan keriput di wajah.  Tiada yang berubah sejak dalam buaian, hingga sekarang mahkota putih tampak anggun menghiasinya.  Dekapannya pun tidak berubah, luruh memberikan kenyamanan dan kehangatan.
Jemari itu memang tak lagi lentik, namun selalu fasih menyulam kata pinta, membaluri sekujur tubuh dengan do’a-do’a.
Ibunda…
Adakah saat ini kita terenyuh mengenangknnya?Ia adalah sebuah anugerah terindah yang dimilki setiap manusia.  Sejak dalam rahim, betapa cinta itu tak putus-putusnya mengalirkan kasih yang tak bertepi. Hingga kerelaan,, keikhlasan dan kesabaran selama 9 bulan pun bagai menuai pahala seorang prajurit yang sedang berpuasa, namun tetap berperang di jalan Allah SWT.
Polesannya adalah warna dasar pada diri kita. Menggores sebuah kanvas putih nan suci, hingga  tercipta lukisan Yahudi, Musyrik atau Nasrani. Namun,,goresan yang diselimuti untaian ayat suci Al-Qur’an, zikir, tasbih serta tahmid, tentu akan melahirkan syakhsiyah Islamiyah (kepribadian Islam) pada jiwa. Ibunda pun berharap tercipta jundulloh (tentara Allah) dari sebuah madrasah keluarga.
Banyak… sungguh teramat banyak cinta ibunda yang melahirkan kisah-kisah teladan. Yatim seorang anakpun tidaklah menghalangi ibunda untuk merangkai sejarah dengan tinta emas, terbukti dengan mekar harumnya para mujtahid Imam Abu Hanifah, Imam syafi’I, Imam Ahmad bin Hambal serta Imam Bukhari. Didikana ibunda mereka telah mampu mendidiknya hingga menjadi anak-anak yang gemar menuntut ilmu tanpa kenal lelah, bahkan mandiri dalam kemiskinan.
Kita mungkin dilahirkan dari rahim seorang perempuan biasa.Bahkan kita pun tidak dilahirkan untuk menajdi seorang pahlawan. Namun, ibunda kita dan mereka adalah sama,,sebuah anugerah terindah dari Allah SWT.
Saat dewasa, tapak kaki telah kuat menjejak tanah dan tanganpun terkepal ke angkasa, masihkah selalu ingat ibunda? Cita-cita telah tergenggam di tangan, popularitas, kemewahan hingga dunia pun telah takluk menyerah kalah, tunduk karena ketekunan, jerih payah serta kerja keras tiada hentinya. Haruskah sombong dan angkuh hingga kata-kata menyakitkan begitu gampang terlontar?
Duhai jiwa, sekiranya engkau sadar bahwa tanpa do’a ibunda, niscaya semua masih angan-angan belaka.
Astaghfirulloh…ampuni diri ini Ya Rabb…
Duhai Ibunda…
Maafkan jika mata ini pernah sinis memandang, dan lidah yang pernah terucap kata makian hingga membuat luka hatimu. Maafkankanlah pula kalau kesibukan menghalangi untaian do’a terhatur untukmu. Ampuni diri ananda yang tak pernah bisa membahagiakanmu, ibundaqu.
Sungguh, jiwa dan jasad ini ingin terbang ke angkasa lalu luruh di pangkuan, mendekap tubuh sepuhnya, serta menangis dipangkuanmu. Hingga terhapuskan kerinduan dalam riak anak-anak sungai di ujung mata.  Rengkuhlah ananda dengan belai kasih sayangmu bagai masa kecil dulu. Mengenangkan indahnya setiap detik dalam rahimmu dan hangatnya dekapanmu. Buailah dengan do’a-do’a hingga ananda pun lelap tertidur di sampingmu.
Duhai Ibunda…
Keindahan dunia tak akan tergantikan denga keindahan dirimu..
Sorak sorai pesona duniapun tak dapat menggantikan gemuruh haru detak jantung saat engkau memelukku.
Indah…semua begitu indah dalam alunan cintamu..menelisik lembut, membasahi lorong hati dan jiwa yang rindu kasih sayangmu.
Duhai ibunda…
Bukakanlah pintu Ridhomu, hingga Allah pun meridhoiku..

Wallahu’alam bi showab…
*My Mom…I LOVE U and I Miss U****engkau yang nan jauh disana…ananda hanya bisa mendoakanmu…

Catatan Perjalanan Sang Al Fakir Ilallah….  

Jumat, 09 Desember 2011

Goresan Hati

".....GORESAN HATIKU...."

Bismillahirrohman nirrohim....

Ya Allah ya Rabb,,jiwa ini begitu kerdil hingga tak terasa waktu telah berjalan dengan sangat cepat dan sempurna...banyak kisah yang telah terlewati,,,kadang membuat diri ini lemah tak berdaya....
Aku tuliskan ini sebagai ungkapan jiwaku atas kehidupan yang Engkau berikan kepada hamba...
Tawa menjadi bahasa hati yang bahagia....Tangis menjadi bahasa hati yang sedih dan luka...tpi kadang juga menghiasi untuk ungkapan kebahagiaan...
Entah....saat ku tulis suasana hatiku lagi begitu campur aduk,,tak menentu....melihat kenyataan yang tidak sesuai harapan....mungkin Engkau sedang membukanya untuk qu...menunjukkan sesuatu yang baik untuk qu....
Harap menajdi bahasa hati untuk menginginkan sesuatu....tapi Engkaulah Maha Pemberi Segalanya....sehingga kita harus menerimanya dengan ikhlas....
Huft....maaf Yaa Rabb,,jikalau memang diri ini jauh dari kesempurnaan di mata Mu,,,sehingga tanpa sadar aq masih jauh dari syukur dan tetap meratapi kehidupan ini...sehingga kekuatanqu goyah dan lemah....
Yaa Rabb...Ikhlaskanlah selalu hati ini mengikuti skenario yang Kau buat untukku....lapangkan hati menerima segala ketentuanMu....Tetapkanlah hatiku agar selalu bersih tanpa cela,,,kalaw pun ternoda maka cepatlah Engkau mengingatkanku untuk membersihkannya....
Hummmm....bolehkah aq menangis...hummmm...bolehkah aq meratap....hanya sebentar...sebentar saja....untuk meluapkan apa yang ada dihatiku agar kembali jernih dan tenang untuk melangkah dengan pasti....
Go...Go...Go...GO....
Hiduplah dengan damai....Allah bersamaqu Selalu...Jadi Keep Fight....^_^ 

Rabu, 07 Desember 2011

"...Kisah 11 tahun Hijrahqu..."


Kisah 11 tahun Hijrahqu

Aku menulis ini teringat dulu masa-masa SD, SMP n SMA adalah seorang gadis yang sedikit tomboy, cuek n sedikit pemalu (malu-maluin kali ya)..he.he...kehidupan kecilqu sungguh menyenangkan (dan juga pasti ada sedihnya lah). Hidup dengan 2 orang tua yang cukup demokratis dan cukup tegas serta kedua kakak perempuanqu yang cantik-cantik.
Kisahqu hijrahqu dimulai saat di SMA.  Pada waktu itu aku mengikuti cukup banyak ekstrakurikuler, karena aq memang suka berinteraksi dan berorganisasi, termasuk waktu itu ROHIS pun aq ikuti. Nah dari sinilah kisahqu dimulai, pada awal kelas 1 SMA, aqu memang belum berhijrah dengan gaya tomboyku, tapi entah mengapa pada saat memilih kegiatan ekskul salah satu yang ku pilih adalah ROHIS, karena memang aq ingin belajar islam lebih jauh dan juga karena kakak-kakak seniorku yang cukup baik mengajakku bergabung. Over all bergabunglah aq di ROHIS SMA 2 PURWOKERTO (tapi inilah mungkin jalan Allah membimbingku)
Selama setahun berjalan, banyak yang aqu dapatkan, ukhuwah dan banyak teman. Sampai pada akhirnya, banyak dari temen2 ROHIS juga yang belum memakai kerudung akhirnya memutuskan berhijrah. Subhanallah…pandangan yang membuka mata batinku.
Dan karena hidayah Allah pulalah akhirnya aku pun mengikuti jejak teman2qu berhijrah, pada saat aqu kelas 2 semester 2.  Pada awal memutuskan untuk berhijrah memang lahir dari kesadaranku sendiri, namun memang ada dorongan dari kakak2 seniorqu dan guru BK qu yang menjadi Pembina ROHIS saat itu. Wahhh…sungguh menyenangkan kala itu, dari membeli dan menjahit baju sekolah serta kerudung dari tabunganqu sendiri tanpa sepengetahuan kedua orang tuaqu.
Ada rasa malu dan takut kuberanikan diri untuk memberitahukan kedua orang tuaku, Walau pada awalnya kaget, tapi Alhamdulillah kedua orangtuaku mengijinkan dengan syarat dan beberapa petuah untuk  serius dan tidak untuk main-main/gaya-gayaan semata (melihatqu dulu seorang gadis yang tomboy kale ya..jadi agak tidak percaya..he.he..)
Rasa canggung dan malu, pas pertama masuk ke sekolah juga menghantuiku,,,namun sungguh luar biasa respon dari teman2qu,,langsung memelukku dan mengucapkan selamat dengan rasa haru dan gembira (kakak senior dan teman2qu di ROHISà Siti Salbiah, Susi, Fitria, Novia n Tya Rahayu,,miss u) n teman-teman sekelas dan guru BK juga memberikan hal yang sama.
Perjalanan hijrahqu tidak sampe situ, aq terus dan terus berusaha memperbaharui niatqu dalam berhijrah, pada awalnya aqu memang masih menggunakan setelah baju dan celana panjang (Rok panjang hanya rok abu-abu yang biasa dipakai ke sekolah), di sisi lain karena memang punyanya celana-celana panjang dan pada pikiranku saat itu yang penting sudah sebatas menutup aurat dan tidak ketat.
Melihat kakak senior yang selalu pakai rok, jadi aq pikir tidak ada salahnya diriku juga mencoba untuk memakainya. Jadi mulai di kelas 3 dengan uang tabunganku juga akupun membuat rok panjang, Alhamdulillah punya kenalan anak SMK jurusan tata busana, jadi minta tolonglah aku ke temanqu ..he.he..lumayan ngirit ongkos jahit.  Pada saat itu, aq memang tidak mau meminta kepada orang tua, karena memang inilah keputusanku, jadi semua aku yang menjalankan dengan caraku.
Jadilah, aku kalau pergi keluar untuk les atau jalan-jalan mencoba menggunakan rok, tapi tidak selalu memang kadang masih sekali-kali menggunakan celana karena memang stok rok ku masih bisa dihitung ..he.he..(Cuma ada 2 atau 3 kalaw nda salah).
Setelah lulus SMA, aq sebenarnya di suruh masuk Kedokteran sama Bapak, akhirnya aq mengikuti UMPTN mengambil jurusan Kedokteran UNDIP tapi tidak diterima..hiks..hiks… ya sudahlah..mungkin bukan jalanku kali yah…
Mau ambil kedokteran di PTS mahalnya bukan main,,dan akhirnya aqupun  terdampar di Jakarta dan masuk di salah satu Universitas Swasta ( Univ. Pancasila) ambil jurusan Teknik Arsitektur. Entah kenapa mengambil jurusan itu, tapi yang pasti mengikuti jejak kakaku yang pertama, tapi dia ambil Jurusan Teknik Sipilnya.
Pertama masuk kuliah sempat, canggung karena Teknik identik dengan banyak Laki-laki, jadi merasa aneh mungkin melihat aqu dengan jilbabnya dan rok nya.  Awalnya ada keraguan, tapi aqu tepis..ciat..ciat…ciat…!!!! rasa malu dan canggungku. Dan akhirnya terbiasalah aq datang dan pulang memakai rok ke kampus.
Wah…sampe lupa nih..cerita perjalanan hijrahqu tidak sampe situ,,,di kampus akhirnya akupun memutuskan untuk mengikuti organisasi ROHIS dan LDK kampus. Subhanallah,,disinilah diriku lebih dipompa oleh kakak-kakak senior dan juga teman2qu untuk lebih menjadi seorang Akhwat (sebutan untuk saudara perempuan) yang lebih baik lagi dan batasan-batasan menjadi akhwat yang sesuai syari’at. Disinilah aqu juga menemukan saudari2ku seperjuangan,,, dengan ikatan ukhuwah bersama-sama berjuang mempelajari dan mensyiarkan islam di kampus.  
Disini aq juga mengenal apa yang disebut dengan Tarbiyah,,disinilah aku menemukan jati diriku, untuk apa aku diciptakan dan sudah sejauh mana aq bermanfaat untuk agamaqu dan juga orang-orang disekelilingku.
Berbagi cerita dengan teman-teman berbeda fakultas, berbagi sedih dan senang kadang juga marah dan canda tawa. Hemm…..semua terajut dengan begitu indahnya, saling support dan nasehat-menasehati di kala futur dan sedih atau sedikit berbuat kesalahan…sbuah ukhuwah yang indah..I miss u so much may best friend’s..(Zatil, Intan, Yusri, Hesti, Heni) à teringat saling curhat di kosan..dan juga kakak-kakakqu yang suka mensuportqu à mba aini, mba Irma, mba lusi, mba atut, mba mae..aku kangen kalian semua. Kangen akan sharing dan berbagi, kangen nasehat2nya, kangen kumpul2nya, kangen waktu rapat/syuro2 nya, kangen saat dauroh2, kangen saat buat masak2an utk acara….apakah kalian juga ingat….?????
Sekarang kita terhubung dengan dunia lain, namun kalian akan tetap dan akan selalu ada di hati dan ingatanku.  Terhubung dengan sebuah cerita walaupun hanya lewat sms atau telepon, tapi ukhuwah kita akan tetap abadi selamanya….InsyaAllah…..
Hemmm…sungguh aq menemukan kedamaian di sini di jalan Mu Yaa..Rabbqu..Terima Kasih engkau telah menunjukkan dan memilihku di  jalan ini..I Love U…^_^..
11 tahun sudah aq berhijrah, masih banyak diri ini berbuat salah dan sedikitnya melakukan kebaikan,, semoga Engkau senantiasa memberiku semangat untuk selalu Istiqomah sampai akhir hayatqu. Dan penambah Aku mencintaiMu dan Engkaupun selalu Mencintaiku dengan berkah dan Rahmat-Mu….^_*…

*Inilah sepenggal Ceritaku*
Semoga tidak bosen yah….baca ceritaku yang panjang….


Senin, 05 Desember 2011

Renunganqu


Humm....  belakangan aku dikejar2 banyak hal. Exclude hal2 di atas kok! Target, kerjaan, tugas, seakan tak kenal ampun menindas dan mendzholimi ku ..T_T .. Minggu2 yang lumayan memeras peluh dan air mata, hiks... (heleh!)
Tapi gimana lagi... wong wes memutuskan diri untuk kecemplung kok! Ya dilakoni wae..^_*

Aku masih inget banget, dulu bapak pernah bilang sama aku kecil,
"Hidup itu cuma sekali nak... kalo lempeng lurus, gak ada indah dan nikmatnya. Yang cuma sekali itu, juga eman kalo diisi keluh kesah thok!
Kerikil, angin, bahkan badai di perjalanan, itu yang membuat insan satu dengan yang lain berbeda. Yang mampu bertahan, ya dia pemenangnya.
Jangan pernah lari... hadapi saja porsi yang dah diberikan untukmu. Inget... manusia terbaik, adalah yang bermanfaat bagi orang lain......
"

Jadi malu, kalo sadar... beberapa hari terakhir lebih banyak meratap & merutuki keadaan. Jiwa tangguh yang dulu kutanamkan (secara paksa), terasa mulai goyah. Beberapa kali hati kecilku protes pada kata - kata "Jangan mengeluh..."
Bukankah manusia gudang kelemahan dan kekurangan? Hati yang dimiliki pun, terlalu kecil jika harus menampung semua kisah kehidupan.
 Lantas, tak bolehkah jika sekaliiiii saja, aku ingin mengeluh...

Ah... pasti beliau kecewa melihatku seperti kemarin. Dan bukan doanya sekaligus doaku, putri kecil dan nakalnya menjadi gadis beku di balik batu. Diam... tanpa perlawanan...menyerah pada waktu.....

Kini tampaklah, refleksi seorang hamba, yang ternyata masih jauh dari mimpi dan angannya tentang kekokohan batu karang  menempa kehidupan...... Yang selama ini, mungkin terlalu bangga berlindung di balik jas kesombongan dan rasa aman.

Astaghfirulloh......astaghfirulloh.........astaghfirulloh.......
Hidup itu memang butuh perjuangan dan pilihan,,,jadi berusahalah untuk bisa menghadapinya...
Semangat..semangat...

Jumat, 02 Desember 2011

TARBIYAH DZATIYAH


TARBIYAH DZATIYAH

Tarbiyah dzatiyah ialah sejumlah sarana tarbiyah ( pembinaan) yang diberikan orang Muslim atau Muslimah, kepada dirinya untuk membentuk kepribadian Islami yang sempurna diseluruh sisinya; ilmiah, iman,akhlaq,social dan lainnya serta naik tinggi ke tingkatan kesempurnaan sebagai manusia.
Adapunurgensi Tarbiyah Dzatiyah, kebutuhan setiap Muslim dan Muslimah kepadanya, terutama pada zaman dewasa ini, maka makna dari Tarbiyah Dzatiyah yanag harus qt tanamkan adalah:

1. Menjaga diri mesti didulukan daripada menjaga orang lain.
Tarbiyah seorang Muslim terhadap dirinya tidak lain adalah upaya melindunginya dari siksa Allah Ta’ala dan neraka-Nya.  Tidak diragukan lagi, menjaga diri sendiri itu mesti lebih diutamakan,daripada menjaga orang lain.Hakikat ini ditegaskan dalam firman Allah SWT : “Hai orang-orang yang beriman, jagalah diri dan keluaarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu” (At-tahrim : 6)

2. Jika Anda tidak Men-Tarbiyah (membina ) diri anda sendiri, Siapa yang mentarbiyah anda?
Jika kita tidak mentarbiyah diri sendiri, siapa yang akan mentarbiyah-nya?karena jika kita tidak mentarbiyah diri kita sendiri dan disibukkan oleh hal-hal yang merugikan walhasil, kita akan kehilangan waktu-waktu ketaatan dan moment-moment kebaikan. Hari dan umjur terus bergulir, sedang ia gaagal mengetahui titik lemah dirinya dan ketidakberesannya. Akibatnya, ia merugi saat kematian menjemput.  Allah Ta’ala berfirman :
“Ingatlah hari Allah mengumpulkan kalian pada hari pengumpulan untuk dihisab” (At-taghabun:9)

3.  Hisab kelak bersifat individual
Hisab pada Hari Kiamat oleh Allah Ta’ala kepada Hamba-hambaNya bersifat individual, bukan bersifat kolektif.Artinya setiap orang akan diminta pertanggungjawaban tentang diri dan sepak terjangnya, baik perbuatan baik atau buruk. Allah berfirman : “Dan setiap mereka akan dating kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri ( Maryam :95) dan (QS. Al – Isra’ : 13 – 14 )
Oleh karena itu, barang siapa mentarbiyah dirinya Insya Allah, hisabnya diringankan dan diselamatkan dari siksa dengan rahmat Allah Ta’ala.

4. Tarbiyah Dzatiyah itu lebih mampu mengadakan perubahan.
Setiap orang paasti punya aib atau kekurangan atau pernah melakukan kelalaian dan maksiat, baik kecil atau besar.Dan seseorang tidak dapat meluruskan kesalahan-kesalahannya, atau memperbaiki aib-aibnya dengan sempurna dan permanen, jika ia tidak melakukan upaya perbaikan dengan Tarbiyah Dzatiyah,karena ia lebih tau diri sendiri dan rahasianya.

5. Tarbiyah Dzatiyah adalah sarana Tsabat ( Tegar ) dan Istiqomah
Setelah  bimbingan Allah Ta’ala, Tarbiyah Dzatiyah adalah sebab pertama yang membuat orang Muslim mampu Tsabat (Tegar) di jalan iman dan petunjuk hingga akhir kehidupannya.Di aspek ini Tarbiyah dzatiyah adalah seperti perumpamaan pohon, yang jika akar-akarnya menancap kuagt di bumi, maka pohon tersebut tetap kokoh, kendati terkena angin dan badai.

6.Sarana Dakwah paling kuat

7.Cara yang benar dalam memperbaiki Realitas yang ada.
Jika setiap individu baik maka baik pula keluarganya dengan seizing Allah. Lalu dengan sendirinya, masyarakat menjadi baik. Begitulah akhirnya realitas umat menjadi baik secara total, sedikit demi sedikit.

8.  Karena Keistiqomahan Tarbiyah Dzatiyah.
Urgensi dari Tarbiyah Dzatiyah lainnya ialah mudah diaplikasikan,sarananya banyak dan ada terus pada orang Muslim di setiap waktu, kondisi dan tempat. Ini berbeda dengan Tarbiyah Ammah (pembinaan umum),yang punya waktu-waktu tertentu atau tempat-tempat khusus.


**Bersambung***   ^_^