DOA & PENGHARAPANKU
Yaa Rabb...terkadang aq memikirkan..kapan saat itu akan datang padaku..tuk menggenapkan setengah dien Mu...tp yg pasti aq akan terus bersabar saat waktu terbaik n pasangan terbaik itu datang...tp kadang aq pun mengeluh...apa yg kurang dari diriqu Yaa Rabb..sehingga sampai saat ini pertanda itupun belum muncul...ada saat dmana harapan itu datang,,tp berakhir dengan hampa..hemm...smoga engkau memberikan aq kekuatan utk terus berserah atas kehendakMu yg sungguh indah di akhir penentian nantinya...bismillah
Isti Sweet
fantasiku
Terus, Terus dan Teruslah Bergerak seperti Gerak Air Yang Mengalir
Selasa, 03 Juli 2012
Sabtu, 11 Februari 2012
Manajemen Hati
Kata Baginda Rasululloh Muhammad SAW kepada sahabatnya Abu Bakar Ashiddiq, “La tahzan, Innalloha Ma’ana ; Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.“
Apabila Allah sudah bersama kita, maka ujian adalah kebaikan. Dari masalah yang timbul dalam kehidupan kita selayaknya kita terima dan syukuri atas bentuk ibadah kita kepada Allah sebagai rasa terima kasih karena kita telah menjadi hamba yang terpilih.
Kalau kita menjadi bagian dari hamba yang terpilih untuk mendapatkan ujian hidup haruskah kita berharap bantuan dari orang juga untuk sekedar mendapat partisipasi agar melihat kita timbul rasa prihatin ? Na’udzubillah!
Semua perintah dan larangan yang ditetapkan Allah adalah bagian dari nikmat-Nya buat manusia. Tujuannya semata–mata adalah untuk membuat manusia menjadi mulia disisi-Nya secara fitrah.“
Manusia yang mengingkari fitrahnya maka terasa jiwanya kering dan kosong. Manusia seperti itu akan selalu merasa haus dan haus oleh duniawi. Yang ada dalam tujuan hidupnya adalah kebutuhan duniawi. Manusia seperti itu tidak pernah menyadari bahwa hidupnya tidak lebih menyiksa dirinya sendiri. Hanya kelelahan yang akan ditemui di ujung perjalanan hidup yaitu kematian.
Manusia yang mengingkari fitrahnya maka terasa jiwanya kering dan kosong. Manusia seperti itu akan selalu merasa haus dan haus oleh duniawi. Yang ada dalam tujuan hidupnya adalah kebutuhan duniawi. Manusia seperti itu tidak pernah menyadari bahwa hidupnya tidak lebih menyiksa dirinya sendiri. Hanya kelelahan yang akan ditemui di ujung perjalanan hidup yaitu kematian.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui yang terbaik bagi hambanya. Jangan kita panik terhadap masalah yang timbul sehingga membuat kita seolah-olah berada ditengah terjangan badai kehidupan dan akhirnya dalam keputus asaan kita malah membenamkan diri kedalam jurang laut. Akankah kita lupakan Sang Pemilik alam ini ?
Disaat kondisi kritis dalam tekanan kehidupan sebagai seorang beriman seharusnya kita pasrahkan sepenuhnya pada keputusan Allah SWT. Letakkan masalah demi masalah kedalam bagian dari iman kita kepada Allah SWT. Berikan pemahaman yang mendasar pada ego kita agar mampu menyiasati diri pada sebuah rasa syukur. Karena kita tidak dapat menduga apa rencana Allah dibalik semua ini. Kita juga tidak tahu karena bisa jadi masalah yang timbul karena kelalaian kita dalam menjalankan syareat agama dan membiarkan iman dalam kesesatan. Dan itu diwujudkan kedalam sebuah permasalahan supaya kita menyadari kekeliruan dan segera memperbaiki iman. Selayaknya kita berbaik sangka bahwa semuanya terjadi pertanda Allah mencintai kita. Dan buktinya hanya kita yang dipercaya menerima masalah dan menyelesaikan secapatnya.
Jangan sekali-kali mengabaikan kasih sayang Allah melalui jalan yang tidak sesuai dengan hati kita dengan perilaku yang mengarah kekufuran., marah, mengumpat, sedih, bertindak anarkish sampai pada titik akhir putus asa dan menyakiti diri sendiri dengan bunuh diri. Na’udzubillah. Coba kita belajar menata hati sedikit demi sedikit. Memang tidak mudah tapi apa salahnya kalau kita mencoba kebaikan mulai sekarang. Mumpung kita masih diberi waktu menghirup oksigen. Dan semua organ didalam tubuh kita masih berfungsi. Bagaimana caranya ? Sederhana saja yaitu,” SABAR “.
Sabar adalah sebuah kata sederhana namun mampu membuat sipemilikjiwa lebih bisa menerima kenyataan walaupun kepahitan itu dipaksakan untuk menjadi manis agar lidah bisa menerima dan kalau udah sampai kedalam perut dan mengalirkan keseluruh tubuh maka kepahitan itu berubah menjadi kesehatan dan kekekalan jiwa yang hakiki. Subhanallah.
Sabar dalam menerima ujian, sabar dalam mengelolah hati dan jiwa,serta sabar dalam menerima segala keputusan Allah memang berat dan sulit. Landasan utama adalah IKHLAS. Seberat apapun ujian apabila kita mampu menerima dan menjalankan dengan penuh keikhlasan akan terasa ringan dan mudah. Sehingga kita tidak merasa terbebani ujian dalam menjalankan roda kehidupan ini. Melebur ego dan sedih menjadi sebuah ketulusan yang luas. Jangan membuat pembanding dan main hitung-hitungan kepada Allah seolah-olah kita sudah merasa menjadi seorang hamba yang beriman. Sehingga melalui kesempurnaan akal yang kita miliki lantas kita membuat eksperimen diluar kewajaran. Na’udzubillah!
Kita bersihkan jiwa dan hati kita dari penyakit hati. Karena tanpa kita sadari penyakit hati dapat menggerogoti seluruh organ kita. Dan harus kita waspadai sebagai bentuk pengamanan terhadap nilai keimanan kita kepada Allah adalah dengan menciptakan suatu pemahaman nilai keimanan dengan cara mengaplikasikan keadalam kehidupan kita sehari-hari dengan cara membuat management hati. Kalau kita ingin kehidupan kita bahagia dunia dan akherat kita buat Management Hati secara sederhana dan bisa dilakukan dengan cara :
1. Pusatkan pikiran kita sepenuhnya kepada Allah SWT.
2. Saat Masalah itu hadir terimalah dengan lapang dada dan jalani sekuat tenaga. Jangan pernah mengeluh kepada siapapun kecuali kepada Allah SWT.
3. Berusalah untuk selalu bersikap tenang dan sabar sambil mencari solusi / jalan keluarnya.
4. Jangan larut terlalu dalam pada satu masalah yang timbul, dan berilah kesempatan otak kita menikmati ketenangan agar bisa berfikir dengan jernih dalam mengambil sebuah keputusan.
5. Lupakan sebentar masalah dan ganti suasana menjadi sedikit lebih rileks sekedar meringankan beban pikiran.
6. Pada batas ketidakmampuan kita untuk menemukan jalan keluar carilah orang yang bisa dipercaya untuk diajak diskusi.
7. Berlakulah jujur dan sehat untuk penyelesaian masalah.
8. Hindari konflik seminimal mungkin apabila masalah yang timbul melibatkan orang lain.
9. Bersihkan diri dari segala penyakit hati diantaranya, marah / emosi yang berlebihan, dendam, putus asa dan banyak mengeluh. Karena sikap seperti itu pemicu penyakit hati kronis. Na’udzubillah.
10. Pasrahkan semuanya kepada Allah SWT pada ujung jiwa . Dan berbaik sangkalah kepada-NYA.
Semoga kita bisa menemukan kebahagiaan yang nyata kedalam kehidupan kita dan menyematkan kelubuk sanubari kita yang paling dalam. Semoga limpahan Rahmat Allah SWT senantiasa tercurah kepada kita semua. Amin.
Wallohu A’lam Bissowab.
Hitam, Putih atau Abu-abu
Mengukir bait demi bait hidup
Menggelayutkan memori yang tak berujung
Sepi, sunyi….mengukir kekosongan diri
Wajah-wajah lelah mengais sedikit harapan
Obsesi kehidupan,,,mengalahkan segalanya
Kebahagiaan yang tertunda…
Ataw kebahagiaan yang semu…
Ehmmm…
Semuanya seperti terhalang kabut hitam..
Pekat, dan sulit untuk diputihkan…
Sungguh…begitu keras hidup merongrong jiwa
Hanya yang kuat yang bertahan…
Bertahan dalam lingkaran hitam, putih atau abu-abu
Saatnya jiwa memilih…..
Hitam….apakah hidup dalam kegelapan dan kesesatan?
Putih…apakah hidup dalam kesucian dan kepastian?
Abu-Abu….apakah hidup dalam ketidakpastian dan keraguan?
Huft…..inilah lingkaran kehidupan
Berputar…mengikuti setiap porosya…
Keluar atau tetap bertahan…..
*********---------------*********
Inspirasi kecilqu --> Istie imut....
Kamis, 09 Februari 2012
"Sebuah catatan untuk Pendidikan Kita saat ini"
Catatan ini awalnya sebagai bahan tugas UAS penelitian Kualitatif qu,,,tapi setelah di simak baik-baik ternyata, banyak hal yang memang menjadi pemikiran terbaruqu..bahwa memang sistem pendidikan qt beggitu masih jauh dari yang qt harapkan semestinya..smoga catatan ini menjadi bahan refleksi qt..terutama yang berprofesi sebagai pengajar....
Banyak PR ke depan untuk anak-anak qt...smoga jerih payah qt mendidik anak-anak dapat menghasilkan sesuatu kebaikan untuk qt dan untuk kebaikan semuanya...Monggo di baca..semoga bermanfaat...^_^,,,
**********************************************************************************
Hasil UN adalah komoditas
Kecurangan dalam Ujian Nasional bukanlah hal baru. Meski Mendiknas sudah mengeluarkan banyak ancaman bagi yang curang, tetapi selalu ada cara untuk mengakali. Hal ini karena hasil Ujian Nasional bukanlah semata-mata sebagai evaluasi proses pembelajaran tetapi kini menjadi komoditas ekonomi dan politik.
Menjadi komoditas ekonomi karena apabila sebuah sekolah berhasil meluluskan 100 persen siswanya, maka dianggap sekolah berkualitas. Karena itu akan banyak siswa yang mendaftar ke sekolah tersebut artinya lebih banyak sumber dana yang diperoleh sekolah. Suka atau tidak suka, dunia pendidikan kini telah berubah menjadi bisnis yang menguntungkan. Tidak hanya bagi sekolah swasta, tetapi juga sekolah negeri.
Hasil Ujian Nasional juga merupakan komoditas politik bagi Kepala Daerah. Setiap daerah berlomba agar daerahnya mendapat nilai Ujian Nasional yang terbaik. Jika hasil UN menjadi terbaik maka Kelapa Daerah akan dianggap sukses membangun pendidikan di daerahnya. Begitupun sebaliknya, hasil UN jelek berarti aib bagi Kepala Daerah. Akhirnya kekuasaanpun bermain. Kepala Daerah menekan Kepala Dinas Pendidikan. Kepala Dinas menekan Kepala Sekolah. Kepala Sekolah menekan guru kelas. Guru Kelas menekan siswa. Siswalah akhirnya yang harus menanggung semuanya.
Demikian genting situasi UN hingga tidak bisa diremehkan begitu saja. Tak pelak lagi, muncullah tim sukses UN di sekolah yang terkoordinasi sampai tingkat kota/kabupaten. Dalam penjelajahan di dunia maya, saya menemukan bahwa ada tim sukses yang dibayar profesional bukan untuk mengajar ekstra siswa menghadapi UN. Akan tetapi membuat dan menjalankan skenario mengerjakan UN agar semua siswa bisa lulus meskipun dengan cara curang.
Kalau kita merujuk kepada pemikiran Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara, pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran serta jasmani anak, agar dapat memajukan kesempurnaan hidup yaitu hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakatnya. Menurut Ki Hajar Dewantara pendidikan tidak cukup hanya mengembangkan aspek intelektual saja, tetapi juga karsa dan rasa. Jika itu terjadi maka pendidikan hanya akan menghasilkan manusia yang tidak manusiawi.
Ki Hajar Dewantara mengajarkan bahwa guru hendaknya menjadi pinandita satria yaitu guru spiritual yang berjiwa ksatria, yang mempersiapkan diri dan peserta didik untuk melindungi bangsa dan negara. Bagi Ki Hajar Dewantara, para guru hendaknya menjadi pribadi yang memiliki kekuatan spiritual, baru menyiapkan diri dan peserta didik untuk menjadi pembela nusa dan bangsa. Dengan demikian seorang guru utamanya harus menjadi teladan, baru kemudian menjadi pengajar.
Pendidikan harus mendidik anak menjadi manusia merdeka, begitu ajaran Ki Hajar Dewantara yang tercermin dalam tujuan pendidikan Taman Siswa. Manusia harus merdeka dari penjajahan secara fisik, mental dan pikiran. Namun kemerdekaan pribadi ini dibatasi oleh tertib damainya kehidupan bersama dan ini mendukung sikap-sikap seperti keselarasan, kekeluargaan, musyawarah, toleransi, kebersamaan, demokrasi, tanggungjawab dan disiplin.
-->Ada sebuah catatan dari dosenqu mengenai refleksi pendidikan qt terkait hal diatas yang begitu sangat kontrasnya....baca catatan di bawah ya..!!!
“Ketika Skor Tes Menjadi Komoditi: Refleksi terhadap
Praktik Penilaian Pendidikan 2011”
Oleh Syamsir Alam
Skor siswa pada ujian standar (high-stake examinations) di Amerika Serikat (AS) kedudukan dan perannya belakangan ini menjadi sangat berarti (matter most). Hasil ujian standar (skor tes) itu saat ini juga berpengaruh terhadap keberlangsungan karir guru ke depan. Skor tes siswa di beberapa negara bagian (states), AS sekarang dijadikan dasar untuk menentukan apakah seorang guru cukup layak untuk dipertahankan mengajar di suatu sekolah atau sebaliknya. Kebijakan itu tentunya sangat mempengaruhi kehidupan guru dan keluarganya. Berbagai kecaman dan aksi penolakan ditujukan pada pengendali kebijakan pendidikan. Pemerintah dituduh mendorong skor tes dijadikan sebagai komoditi ekonomi (monetizing student test scores). Skor tes dapat digunakan untuk merumahkan guru-guru yang dianggap gagal meningkatkan skor siswa pada ujian standar (state exams). Pemerintah juga dituduh berupaya untuk menyapih praktik ujian dari sebuah peristiwa pendidikan, dan menjadikannya sebagai instrumen transaksi ekonomi.
Indonesia sebenarnya juga sudah lama memperlakukan hasil ujian standar sebagai komoditi. Namun, berbeda dengan AS yang menjadikan hasil ujian siswa hanya sebagai “komoditi ekonomi,” Indonesia menggunakan skor tes sebagai komoditi ekonomi dan juga politik (pencitraan), yang biasanya digunakan pada pemilu atau pemilu kepala daerah.
Sejak diperkenalkannya konsep NCLB (No Child Left Behind) pada sistem pendidikan AS pada tahun 2002 lalu, sekolah-sekolah diberikan target minimal yang harus dicapai pada setiap ujian standar (state exams). Target pencapaian itu diukur dan direpresentasikan oleh skor siswa pada tes standar yang didesain di masing-masing negara bagian. Jadi setiap negara bagian mempunyai instrumen tes yang berbeda, tapi benchmark-nya mungkin relatif sama. Rata-rata skor perolehan untuk masing-masing mata pelajaran yang diujikan sudah ditentukan sebelumnya, dan setiap tahun rata-rata skor itu harus diupayakan bisa menjadi lebih baik (Yearly Adequate Progress). Masing-masing sekolah diberikan tenggat waktu untuk dapat mencapai target yang sudah ditetapkan, dan diharapkan pada 2014 seluruh sekolah sudah berada pada “benchmarking” nasional; namun apabila belum berhasil (gagal), sekolah-sekolah itu kemungkinannya hanya punya satu pilihan, yaitu ditutup, dan siswanya dipindahkan pada sekolah-sekolah yang baik (memenuhi standar/benchmark pemerintah federal/ pusat); akibatnya, guru-guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan lainnya pasti akan dapat kehilangan pekerjaan.
Skor tes dan komoditi
Di beberapa negara bagian (states), skor siswa pada ujian standar itu juga sudah mulai digunakan sebagai instrumen untuk mengevaluasi kinerja guru. Setiap tahun, kinerja guru dinilai berdasarkan skor tes siswa (value-added assessment model). Apabila skor siswa pada ujian standar selalu mengalami kemajuan/peningkatan maka guru akan dapat terus bekerja; sebaliknya bila skor siswa pada mata pelajaran yang diujikan terus mengalami penurunan selama kurun waktu tertentu, guru pengajar akan dikenakan sangsi pemecatan. Guru akan dapat terus mengajar atau sebaliknya diukur hanya dengan kriteria skor tes siswa pada ujian standar (high-stake examninations). Kebijakan ini mendorong terjadinya kontraversi dikalangan guru, organisasi profesi guru, dan masyarakat.
Hemm....setelah membaca hal di atas apa yang ada di benak kita??????.....
Jumat, 30 Desember 2011
BERHENTI UNTUK BERHENTI
*Inspirasi Kecilku*
Hidup adalah perjalanan waktu.
Hidup harus tetap berjalan meski apapun terjadi pada hidup kita.
saat kita menerima sebuah masalah, kita dapat menyikapi masalah tersebut dari dua sisi sudut pandang yang berbeda. apakah masalah tersebut memang membebani kita, atau justru karena datangnya masalah itulah yang membuat kualitas hidup kita memjadi semakin maju.
jika kita selalu berpikiran sempit dimana selalu mengecam sebuah permasalahan yang datang dalam hidup kita adalah sebagai beban tanpa berpikir tentang hikmahnya, hidup kita akan cenderung statis, stagnan, dan tidak dinamis atau tidak akan mengalami kemajuan dan perkembangan.
mengapa ?
janganlah selalu mengeluh terhadap apa yang sedang kita alami dari keburukan suatu masalah. cobalah berpikir, bagaimana masalah itu datang, apa yang harus kita lakukan untuk mengatasinya, dan bagaimana dalam misi kita agar kita secepatnya dapat keluar dari masalah tersebut dengan membawa hikmahnya agar permasalahan buruk yang sama tidak akan terulang untuk kedua kalinya.
berhentilah untuk mengeluh, karena sesungguhnya keluhan kita itulah yang menghambat perjalanan kesuksesan kita.
berhentilah untuk berhenti.
teruslah maju meski apapun yang terjadi telah menimpa hidup kita.
susah, senang, semua itu tidak akan menggoyahkan sedikitpun visi kita dalam meraih kesuksesan.
jika kita memandang kedatangan sebuah permasalahan dari sudut pandang akan adanya hikmah di balik permasalahan tersebut, tentunya kita akan semakin bijak pada setiap langkah dalam hidup kita.
mengapa ?
karena kita yakin atau optimis akan adanya hikmah dan sebuah keindahan tersendiri yang menunggu keberhasilan kita dalam menyelesaikan masalah tersebut.
berhentilah untuk berhenti.
berhenti untuk diam.
berhenti untuk tidak berbicara.
dan berhenti untuk tidak bertindak.
kita harus terus melangkah dengan segala kenyataan apapun yang terjadi.
permasalahan berat tidak membuat hidup kita menjadi kiamat, tetapi justru dengan semangat dapat membuat hidup kita dapat menemukan hikmah yang bermanfaat.
Hidup harus tetap berjalan meski apapun terjadi pada hidup kita.
saat kita menerima sebuah masalah, kita dapat menyikapi masalah tersebut dari dua sisi sudut pandang yang berbeda. apakah masalah tersebut memang membebani kita, atau justru karena datangnya masalah itulah yang membuat kualitas hidup kita memjadi semakin maju.
jika kita selalu berpikiran sempit dimana selalu mengecam sebuah permasalahan yang datang dalam hidup kita adalah sebagai beban tanpa berpikir tentang hikmahnya, hidup kita akan cenderung statis, stagnan, dan tidak dinamis atau tidak akan mengalami kemajuan dan perkembangan.
mengapa ?
janganlah selalu mengeluh terhadap apa yang sedang kita alami dari keburukan suatu masalah. cobalah berpikir, bagaimana masalah itu datang, apa yang harus kita lakukan untuk mengatasinya, dan bagaimana dalam misi kita agar kita secepatnya dapat keluar dari masalah tersebut dengan membawa hikmahnya agar permasalahan buruk yang sama tidak akan terulang untuk kedua kalinya.
berhentilah untuk mengeluh, karena sesungguhnya keluhan kita itulah yang menghambat perjalanan kesuksesan kita.
berhentilah untuk berhenti.
teruslah maju meski apapun yang terjadi telah menimpa hidup kita.
susah, senang, semua itu tidak akan menggoyahkan sedikitpun visi kita dalam meraih kesuksesan.
jika kita memandang kedatangan sebuah permasalahan dari sudut pandang akan adanya hikmah di balik permasalahan tersebut, tentunya kita akan semakin bijak pada setiap langkah dalam hidup kita.
mengapa ?
karena kita yakin atau optimis akan adanya hikmah dan sebuah keindahan tersendiri yang menunggu keberhasilan kita dalam menyelesaikan masalah tersebut.
berhentilah untuk berhenti.
berhenti untuk diam.
berhenti untuk tidak berbicara.
dan berhenti untuk tidak bertindak.
kita harus terus melangkah dengan segala kenyataan apapun yang terjadi.
permasalahan berat tidak membuat hidup kita menjadi kiamat, tetapi justru dengan semangat dapat membuat hidup kita dapat menemukan hikmah yang bermanfaat.
Rabu, 28 Desember 2011
*.......Anugerah Terindah Milik Kita.....*
My note’s….
22 Desember 2011
“Inspirasi kecilqu”
Anugerah Terindah Milik Kita….
Tiap kali mengenang sosok seoerang ibu, hatiku selalu tersentuh. Tak jarang, tanpa diminta, air mata pun mengalir begitu saja. Dalam Islam, kedudukan seorang ibu sangatlah penting. Bahkan, Rasulullah pernah berpesan bahwa surge berada di bawah telapak kaki ibu. Beliau juga berpesan, setelah Allah dan Rosul-Nya, ibui memiliki tiga derajat untuk dipatuhi daripada ayah. Ehm…jangan dikaitkan dengan isu gender yah!!!
Tulisan ini sangat mewakili perasaanku tentang ibunda terkasih..
Ringkih dan renta karena ditelan usia, namun tampak tegar dan bahagia. Ikhlas, memancarkan selaksa cinta penuh makna yang membias dari guratan keriput di wajah. Tiada yang berubah sejak dalam buaian, hingga sekarang mahkota putih tampak anggun menghiasinya. Dekapannya pun tidak berubah, luruh memberikan kenyamanan dan kehangatan.
Jemari itu memang tak lagi lentik, namun selalu fasih menyulam kata pinta, membaluri sekujur tubuh dengan do’a-do’a.
Ibunda…
Adakah saat ini kita terenyuh mengenangknnya?Ia adalah sebuah anugerah terindah yang dimilki setiap manusia. Sejak dalam rahim, betapa cinta itu tak putus-putusnya mengalirkan kasih yang tak bertepi. Hingga kerelaan,, keikhlasan dan kesabaran selama 9 bulan pun bagai menuai pahala seorang prajurit yang sedang berpuasa, namun tetap berperang di jalan Allah SWT.
Polesannya adalah warna dasar pada diri kita. Menggores sebuah kanvas putih nan suci, hingga tercipta lukisan Yahudi, Musyrik atau Nasrani. Namun,,goresan yang diselimuti untaian ayat suci Al-Qur’an, zikir, tasbih serta tahmid, tentu akan melahirkan syakhsiyah Islamiyah (kepribadian Islam) pada jiwa. Ibunda pun berharap tercipta jundulloh (tentara Allah) dari sebuah madrasah keluarga.
Banyak… sungguh teramat banyak cinta ibunda yang melahirkan kisah-kisah teladan. Yatim seorang anakpun tidaklah menghalangi ibunda untuk merangkai sejarah dengan tinta emas, terbukti dengan mekar harumnya para mujtahid Imam Abu Hanifah, Imam syafi’I, Imam Ahmad bin Hambal serta Imam Bukhari. Didikana ibunda mereka telah mampu mendidiknya hingga menjadi anak-anak yang gemar menuntut ilmu tanpa kenal lelah, bahkan mandiri dalam kemiskinan.
Kita mungkin dilahirkan dari rahim seorang perempuan biasa.Bahkan kita pun tidak dilahirkan untuk menajdi seorang pahlawan. Namun, ibunda kita dan mereka adalah sama,,sebuah anugerah terindah dari Allah SWT.
Saat dewasa, tapak kaki telah kuat menjejak tanah dan tanganpun terkepal ke angkasa, masihkah selalu ingat ibunda? Cita-cita telah tergenggam di tangan, popularitas, kemewahan hingga dunia pun telah takluk menyerah kalah, tunduk karena ketekunan, jerih payah serta kerja keras tiada hentinya. Haruskah sombong dan angkuh hingga kata-kata menyakitkan begitu gampang terlontar?
Duhai jiwa, sekiranya engkau sadar bahwa tanpa do’a ibunda, niscaya semua masih angan-angan belaka.
Astaghfirulloh…ampuni diri ini Ya Rabb…
Duhai Ibunda…
Maafkan jika mata ini pernah sinis memandang, dan lidah yang pernah terucap kata makian hingga membuat luka hatimu. Maafkankanlah pula kalau kesibukan menghalangi untaian do’a terhatur untukmu. Ampuni diri ananda yang tak pernah bisa membahagiakanmu, ibundaqu.
Sungguh, jiwa dan jasad ini ingin terbang ke angkasa lalu luruh di pangkuan, mendekap tubuh sepuhnya, serta menangis dipangkuanmu. Hingga terhapuskan kerinduan dalam riak anak-anak sungai di ujung mata. Rengkuhlah ananda dengan belai kasih sayangmu bagai masa kecil dulu. Mengenangkan indahnya setiap detik dalam rahimmu dan hangatnya dekapanmu. Buailah dengan do’a-do’a hingga ananda pun lelap tertidur di sampingmu.
Duhai Ibunda…
Keindahan dunia tak akan tergantikan denga keindahan dirimu..
Sorak sorai pesona duniapun tak dapat menggantikan gemuruh haru detak jantung saat engkau memelukku.
Indah…semua begitu indah dalam alunan cintamu..menelisik lembut, membasahi lorong hati dan jiwa yang rindu kasih sayangmu.
Duhai ibunda…
Bukakanlah pintu Ridhomu, hingga Allah pun meridhoiku..
Wallahu’alam bi showab…
*My Mom…I LOVE U and I Miss U****engkau yang nan jauh disana…ananda hanya bisa mendoakanmu…
Catatan Perjalanan Sang Al Fakir Ilallah….
Jumat, 09 Desember 2011
Goresan Hati
".....GORESAN HATIKU...."
Bismillahirrohman nirrohim....
Ya Allah ya Rabb,,jiwa ini begitu kerdil hingga tak terasa waktu telah berjalan dengan sangat cepat dan sempurna...banyak kisah yang telah terlewati,,,kadang membuat diri ini lemah tak berdaya....
Aku tuliskan ini sebagai ungkapan jiwaku atas kehidupan yang Engkau berikan kepada hamba...
Tawa menjadi bahasa hati yang bahagia....Tangis menjadi bahasa hati yang sedih dan luka...tpi kadang juga menghiasi untuk ungkapan kebahagiaan...
Entah....saat ku tulis suasana hatiku lagi begitu campur aduk,,tak menentu....melihat kenyataan yang tidak sesuai harapan....mungkin Engkau sedang membukanya untuk qu...menunjukkan sesuatu yang baik untuk qu....
Harap menajdi bahasa hati untuk menginginkan sesuatu....tapi Engkaulah Maha Pemberi Segalanya....sehingga kita harus menerimanya dengan ikhlas....
Huft....maaf Yaa Rabb,,jikalau memang diri ini jauh dari kesempurnaan di mata Mu,,,sehingga tanpa sadar aq masih jauh dari syukur dan tetap meratapi kehidupan ini...sehingga kekuatanqu goyah dan lemah....
Yaa Rabb...Ikhlaskanlah selalu hati ini mengikuti skenario yang Kau buat untukku....lapangkan hati menerima segala ketentuanMu....Tetapkanlah hatiku agar selalu bersih tanpa cela,,,kalaw pun ternoda maka cepatlah Engkau mengingatkanku untuk membersihkannya....
Hummmm....bolehkah aq menangis...hummmm...bolehkah aq meratap....hanya sebentar...sebentar saja....untuk meluapkan apa yang ada dihatiku agar kembali jernih dan tenang untuk melangkah dengan pasti....
Go...Go...Go...GO....
Hiduplah dengan damai....Allah bersamaqu Selalu...Jadi Keep Fight....^_^
Langganan:
Komentar (Atom)