fantasiku

fantasiku
Terus, Terus dan Teruslah Bergerak seperti Gerak Air Yang Mengalir

Rabu, 28 Desember 2011

*.......Anugerah Terindah Milik Kita.....*


My note’s….
22 Desember 2011
“Inspirasi kecilqu”
Anugerah Terindah Milik Kita….

Tiap kali mengenang sosok seoerang ibu, hatiku selalu tersentuh. Tak jarang, tanpa diminta, air mata pun mengalir begitu saja. Dalam Islam, kedudukan seorang ibu sangatlah penting. Bahkan, Rasulullah pernah berpesan bahwa surge berada di bawah telapak kaki ibu. Beliau juga berpesan, setelah Allah dan Rosul-Nya, ibui memiliki tiga derajat untuk dipatuhi daripada ayah. Ehm…jangan dikaitkan dengan isu gender yah!!!
Tulisan ini sangat mewakili perasaanku tentang ibunda terkasih..

Ringkih dan renta karena ditelan usia, namun tampak tegar dan bahagia. Ikhlas, memancarkan selaksa cinta penuh makna yang membias dari guratan keriput di wajah.  Tiada yang berubah sejak dalam buaian, hingga sekarang mahkota putih tampak anggun menghiasinya.  Dekapannya pun tidak berubah, luruh memberikan kenyamanan dan kehangatan.
Jemari itu memang tak lagi lentik, namun selalu fasih menyulam kata pinta, membaluri sekujur tubuh dengan do’a-do’a.
Ibunda…
Adakah saat ini kita terenyuh mengenangknnya?Ia adalah sebuah anugerah terindah yang dimilki setiap manusia.  Sejak dalam rahim, betapa cinta itu tak putus-putusnya mengalirkan kasih yang tak bertepi. Hingga kerelaan,, keikhlasan dan kesabaran selama 9 bulan pun bagai menuai pahala seorang prajurit yang sedang berpuasa, namun tetap berperang di jalan Allah SWT.
Polesannya adalah warna dasar pada diri kita. Menggores sebuah kanvas putih nan suci, hingga  tercipta lukisan Yahudi, Musyrik atau Nasrani. Namun,,goresan yang diselimuti untaian ayat suci Al-Qur’an, zikir, tasbih serta tahmid, tentu akan melahirkan syakhsiyah Islamiyah (kepribadian Islam) pada jiwa. Ibunda pun berharap tercipta jundulloh (tentara Allah) dari sebuah madrasah keluarga.
Banyak… sungguh teramat banyak cinta ibunda yang melahirkan kisah-kisah teladan. Yatim seorang anakpun tidaklah menghalangi ibunda untuk merangkai sejarah dengan tinta emas, terbukti dengan mekar harumnya para mujtahid Imam Abu Hanifah, Imam syafi’I, Imam Ahmad bin Hambal serta Imam Bukhari. Didikana ibunda mereka telah mampu mendidiknya hingga menjadi anak-anak yang gemar menuntut ilmu tanpa kenal lelah, bahkan mandiri dalam kemiskinan.
Kita mungkin dilahirkan dari rahim seorang perempuan biasa.Bahkan kita pun tidak dilahirkan untuk menajdi seorang pahlawan. Namun, ibunda kita dan mereka adalah sama,,sebuah anugerah terindah dari Allah SWT.
Saat dewasa, tapak kaki telah kuat menjejak tanah dan tanganpun terkepal ke angkasa, masihkah selalu ingat ibunda? Cita-cita telah tergenggam di tangan, popularitas, kemewahan hingga dunia pun telah takluk menyerah kalah, tunduk karena ketekunan, jerih payah serta kerja keras tiada hentinya. Haruskah sombong dan angkuh hingga kata-kata menyakitkan begitu gampang terlontar?
Duhai jiwa, sekiranya engkau sadar bahwa tanpa do’a ibunda, niscaya semua masih angan-angan belaka.
Astaghfirulloh…ampuni diri ini Ya Rabb…
Duhai Ibunda…
Maafkan jika mata ini pernah sinis memandang, dan lidah yang pernah terucap kata makian hingga membuat luka hatimu. Maafkankanlah pula kalau kesibukan menghalangi untaian do’a terhatur untukmu. Ampuni diri ananda yang tak pernah bisa membahagiakanmu, ibundaqu.
Sungguh, jiwa dan jasad ini ingin terbang ke angkasa lalu luruh di pangkuan, mendekap tubuh sepuhnya, serta menangis dipangkuanmu. Hingga terhapuskan kerinduan dalam riak anak-anak sungai di ujung mata.  Rengkuhlah ananda dengan belai kasih sayangmu bagai masa kecil dulu. Mengenangkan indahnya setiap detik dalam rahimmu dan hangatnya dekapanmu. Buailah dengan do’a-do’a hingga ananda pun lelap tertidur di sampingmu.
Duhai Ibunda…
Keindahan dunia tak akan tergantikan denga keindahan dirimu..
Sorak sorai pesona duniapun tak dapat menggantikan gemuruh haru detak jantung saat engkau memelukku.
Indah…semua begitu indah dalam alunan cintamu..menelisik lembut, membasahi lorong hati dan jiwa yang rindu kasih sayangmu.
Duhai ibunda…
Bukakanlah pintu Ridhomu, hingga Allah pun meridhoiku..

Wallahu’alam bi showab…
*My Mom…I LOVE U and I Miss U****engkau yang nan jauh disana…ananda hanya bisa mendoakanmu…

Catatan Perjalanan Sang Al Fakir Ilallah….  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar